Kuliner

Menyulap Mie Goreng Menjadi Mie Rebus (Kuah)

Bagi sebagian orang, mie instan adalah penyelamat perut ketika lapar yang bisa diandalkan disaat tidak ada lagi makanan yang tersisa di dapur. Dan menurut pengalaman saya, saat-saat paling rawan perut dilanda kelaparan yang lumayan merepotkan adalah disaat tengah malam.

Sebagai orang yang punya kebiasaan tidur diatas jam 12 malam, saya sering mengalami hal itu. Keadaan akan bertambah sial jika mendapati kenyataan tidak ada lagi makanan yang tersisa di dapur saat malam hari kecuali makanan yang sudah basi.

Tapi untunglah, keluarga saya selalu menyediakan stok mie instan dalam jumlah yang cukup banyak untuk semua penghuni di rumah. Walaupun sebenarnya saya lah yang lebih banyak menghabiskan jatahnya daripada yang lain. Heuheuheu

Terus terang, kadang-kadang saya merasa bosan juga kalau hampir setiap malam harus menyantap mie instan terus-terusan. Jika sudah begitu, biasanya yang saya lakukan adalah mengakalinya dengan cara “memodifikasi” ala kadarnya. Misalnya dengan cara menambahkan telur, cabe rawit, sayur-sayuran, atau apapun yang sekiranya bisa menggugah selera. Dengan begitu, maka selera makan saya akan kembali beringas.

Oh ya, kadang saya juga sering mengalami saat dimana saya mendapati stok mie instan yang tersisa di rumah ternyata hanya tinggal mie goreng saja, padahal saya pengennya makan mie rebus yang ada kuahnya. Nah, repot kan ya?

Kalau buat saya sih gampang. Karena saya bisa “menyulapnya” menjadi mie rebus dalam waktu sekejap. Emang bisa? Bisa dong. Saya sudah pernah dan bahkan sering melakukannya. Tapi kalau gak tahu caranya, rasanya bakalan jadi hambar.

Saya hanya perlu menyiapkan bahan tambahan berupa bumbu penyedap rasa dan kecap.

Loh, bukannya di dalam mie instan itu sudah ada bumbunya lengkap ya??

Iya memang, tapi kalau hanya mengandalkan paket bumbu yang tersedia didalam bungkusnya itu, saya jamin rasanya nanti bakalan jadi hambar sehambar-hambarnya.

Kenapa?

Ya karena bumbu mie goreng dengan bumbu mie rebus secara komposisi itu berbeda. Maka rasa yang dihasilkannya pun sudah pasti beda. Bumbu mie rebus secara khusus dibuat dengan rasa asin yang lebih kuat di lidah, sehingga tidak hambar saat dilarutkan bersama kuahnya. Kalau bumbu mie goreng justru sebaliknya.

Itulah kenapa saya menyiapkan bahan tambahan berupa bumbu penyedap rasa dan kecap. Bumbu penyedap rasa tambahan yang saya maksud disini itu ya sejenis masako atau royco. Dan lebih bagusnya lagi jika di tambahin telur.

Caranya mie dimasak seperti biasa (mie merk apa saja bebas). Lalu air rebusan mie-nya jangan dibuang. Jadikan itu sebagai kuahnya. Sebisa mungkin, kuahnya jangan terlalu sedikit dan juga jangan terlalu banyak. Ya dikira-kira saja secukupnya.

Lalu setelah bumbu di dalam bungkusnya sudah dicampurkan semua ke dalam mie, tambahkan sedikit bumbu penyedap rasa (masako atau royco) secukupnya. Jangan terlalu banyak. Supaya gak ke-asinan.

Setelah itu jangan lupa tambahkan sedikit kecap juga. Sekalipun di dalam paket bumbu mie goreng sudah tersedia kecap dan saos, tambahan sedikit kecap itu penting untuk menambah sedikit rasa manis, supaya nanti hasilnya menjadi asin manis dan maknyus-able.

Nah, kalau mau lebih istimewa lagi rasanya, silahkan tambahkan telur, lalu aduk secara merata ke dalam mie (saat dimasak). Karena menurut ke sok tahu-an saya, selain menambah citarasa mie, luberan telur ke dalam mie juga ikut membantu merekatkan bumbunya, sehingga rasanya benar-benar melekat kuat di lidah dan tidak hambar.

Dan mie goreng pun kini telah menjelma menjadi mie rebus

26991922_845559965643891_8091557647855642033_n

Iklan