Kembali Menyapa Buku

Sudah lama sekali rasanya saya tidak bersentuhan dan bercengkrama dengan buku. Kalau tidak salah ingat, terakhir kali saya membeli buku (dan tentu saja membacanya) kira-kira tahun 2011. Setelah itu, saya nyaris tak pernah lagi menyambangi toko buku. Entah kenapa, setelah berhasil hengkang dari kampus di tahun 2012, ketertarikan dan minat saya terhadap buku tiba-tiba lenyap begitu saja. Saya tidak pernah lagi merasakan nikmatnya membaca dan “melahap” buku seperti saat saya masih disibukkan oleh tugas-tugas kampus yang bikin kepala serasa mau meledak itu.

Baca lebih lanjut

Nggak Ada Laptop, Smartphone pun Jadi

Sejak laptop saya sekarat, secara otomatis membuat aktifitas ngeblog saya juga menjadi agak sedikit menurun. Tentu saja karena saya kehilangan media untuk menulis dan update postingan.

Tapi memang dasar saya orangnya keras kepala, saya tetap ngeyel berusaha mencari-cari cara supaya tetap bisa aktif ngeblog meski tanpa laptop. Jangan sampai gara-gara nggak ada laptop, saya jadi kehilangan nafsu untuk ngeblog. Maka, supaya tercipta keseimbangan hidup yang hakiki dan proporsional, ya ngeblog harus tetap jalan.

Baca lebih lanjut

Nonton Film Asik Pakai MX Player

Sudah menjadi kebiasaan saya daridulu sejak zaman Dinasti Ming, kalau malam hari saya selalu menyempatkan diri untuk menonton film. Entah lah. Rasanya nggak lengkap aja kalau sebelum tidur nggak nonton film dulu. Kayak ada yang kurang.

Saya biasa nonton film di laptop, karena saya paling males nonton TV. Selain karena program acaranya yang semakin lama semakin nggak jelas dan njancuk’i (terlalu banyak menayangkan sinetron dan acara kontes-kontesan), biasanya film-film yang diputar di TV ya yang itu-itu aja. Monoton!! Sekalipun berlebel Big Movies, tapi kalau keseringan diputer ya bikin bosen juga.

Baca lebih lanjut

After Civilization

Tiga hari yang lalu, salah seorang teman tiba-tiba menghubungi saya, dan kemudian memberikan sebuah kepingan CD kepada saya. Dia bilang CD itu adalah album kompilasi yang berisi band-band metal indie Indonesia. Dan band kami (saya dan teman-teman) termasuk salah satu yang terlibat didalamnya.

WOW. Saya kaget!! Gimana ceritanya band kami bisa masuk album kompilasi?!

Lalu teman saya menjelaskan, dan setelah itu saya baru ingat, kalau dua tahun yang lalu, saya dan teman-teman pernah mendapatkan tawaran dari seorang teman yang tinggal di Indramayu, untuk terlibat didalam project album kompilasi bertajuk “AFTER CIVILIZATION”. Sebuah project album kompilasi garapan label “Antagonis Production”, yang melibatkan beberapa band metal Indonesia dari berbagai sub-genre. Kemudian kami diminta untuk mengirimkan profil band beserta demo lagu berformat CD.

Baca lebih lanjut