Nonton Film Asik Pakai MX Player

Sudah menjadi kebiasaan saya daridulu sejak zaman Dinasti Ming, kalau malam hari saya selalu menyempatkan diri untuk menonton film. Entah lah. Rasanya nggak lengkap aja kalau sebelum tidur nggak nonton film dulu. Kayak ada yang kurang.

Saya biasa nonton film di laptop, karena saya paling males nonton TV. Selain karena program acaranya yang semakin lama semakin nggak jelas dan njancuk’i (terlalu banyak menayangkan sinetron dan acara kontes-kontesan), biasanya film-film yang diputar di TV ya yang itu-itu aja. Monoton!! Sekalipun berlebel Big Movies, tapi kalau keseringan diputer ya bikin bosen juga.

Baca lebih lanjut

Belajar Bersikap Positif dari Film The Intern

Bicara soal film, sebetulnya saya adalah penggemar berat film-film horror. Entah itu yang bernuansa mistis atau ngghoib (tentang hantu-hantuan), maupun yang bernuansa “gore” (slasher/psikopat). Dengan catatan, film horror-nya adalah yang beneran film horror, bukan film horror abal-abal yang hanya mengandalkan efek suara kejutan untuk menakut-nakuti penonton yang ujung-ujungnya malah bikin kaget, atau film horror yang malah justru bikin penonton jadi horny dan pengen coli di tempat karena dipameri “tetek” melulu.

Baca lebih lanjut

Awas, Ada Psikopat!!

Beberapa bulan terakhir ini, saya lebih banyak mengisi waktu luang dengan menonton film. Sebagai seorang pengangguran garis keras,  memang tidak banyak aktifitas yang bisa saya lakukan sejak saya resign dari pekerjaan, selain hanya mondar-mandir mengikuti panggilan test kesana-kemari. Jadi untuk sementara waktu, saya ingin menikmati masa-masa pengangguran ini dengan penuh rasa nerimo ing pandum. 😀

Entah kenapa, tiba-tiba saya jadi seorang penggila film-film psikopat. Padahal saya termasuk tipikal orang yang takut sekali dengan darah. Serius!! Tiap kali lihat darah mengalir, kepala saya rasanya pusing banget, dan perut berasa mual pengin muntah. Ini jelas sangat tidak memenuhi syarat sebagai seorang penggemar film-film psikopat yang selalu menyuguhkan adegan-adegan berdarah dan mutilasi. Jangankan lihat orang di mutilasi, lihat ayam di sembelih aja saya nggak tega. Beneran!!

Baca lebih lanjut