After Civilization

Tiga hari yang lalu, salah seorang teman tiba-tiba menghubungi saya, dan kemudian memberikan sebuah kepingan CD kepada saya. Dia bilang CD itu adalah album kompilasi yang berisi band-band metal indie Indonesia. Dan band kami (saya dan teman-teman) termasuk salah satu yang terlibat didalamnya.

WOW. Saya kaget!! Gimana ceritanya band kami bisa masuk album kompilasi?!

Lalu teman saya menjelaskan, dan setelah itu saya baru ingat, kalau dua tahun yang lalu, saya dan teman-teman pernah mendapatkan tawaran dari seorang teman yang tinggal di Indramayu, untuk terlibat didalam project album kompilasi bertajuk “AFTER CIVILIZATION”. Sebuah project album kompilasi garapan label “Antagonis Production”, yang melibatkan beberapa band metal Indonesia dari berbagai sub-genre. Kemudian kami diminta untuk mengirimkan profil band beserta demo lagu berformat CD.

image

image

Saya tidak ingat kapan tepatnya, yang saya ingat dulu kami memang pernah recording untuk demo lagu band kami, disalah satu label rekaman indie di Kota Kediri. Lalu setelah itu, teman saya yang meng-handle semuanya.

Sudah hampir dua tahun ini saya memang memutuskan untuk berhenti nge-band, karena saya berpikir masih banyak hal yang harus lebih saya prioritaskan. Walaupun sebenernya berat juga meninggalkan hobi yang sudah hampir 15 tahun saya jalani sejak saya masih SMP dulu. Tapi yang namanya hobi kadang bisa bikin kita lupa tentang apa yang seharusnya menjadi prioritas hidup kita. Dan terbukti, selama ini saya memang terlalu asyik ngeband, sampai akhirnya lupa dengan tujuan hidup saya. Untuk itu lah kemudian saya memutuskan untuk berhenti ngeband.

Tapi satu hal yang bikin saya sangat senang dan bangga, di dalam project album kompilasi tersebut, ternyata saya bisa satu album dengan band yang menjadi idola saya daridulu. SUCKER HEAD. Yeahh!!!

image

Jujur saja, saya kaget ketika mengetahui kalau SUCKER HEAD, band lawas yang selama ini dianggap sebagai pelopor musik Thrash Metal di Indonesia (semua penikmat musik rock/metal di indonesia pasti tau lah mereka siapa), bisa terlibat dalam satu album dengan kami, walaupun nggak pernah bertemu secara langsung. Hehehe!!

Saya masih ingat betul, dulu sewaktu saya masih SMA, karena saking nge-fansnya, saya dan teman-teman sering banget membawakan lagu-lagu dari SUCKER HEAD di event atau di parade-parade musik. Single mereka berjudul “Mario Budak Industri” dan “Night Racers” di album The Head Sucker selalu menjadi andalan kami ketika perform diatas panggung. Dan sampai sekarang pun, terkadang saya masih suka memutar lagu-lagu mereka.

Sebenarnya bukan hanya SUCKER HEAD saja band “besar” yang terlibat didalam project album tersebut, tapi juga ada band-band lain yang terbilang cukup legend, seperti TRAUMA, ETERNAL MADNESS dan SANTET. Saya sudah mengenal band-band itu dari jaman saya masih SMP dulu. WOW!! Semakin bangga lah saya. HAHAHA!!

Jadi intinya sih, album kompilasi tersebut bisa dibilang menjadi semacam kenangan tersendiri ya buat saya pribadi, dan mungkin juga buat teman-teman saya yang saat ini sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Karena bagi saya, kenangan tidak harus selalu tentang pacar, tapi juga tentang apa yang sudah kita lalui bersama teman ataupun sahabat kita.

Ilustrasi: http://www.magnoliarecord.club

Iklan

Jangan Lupa Meninggalkan Jejak ya, Bro??

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s