Wisata Air Terjun Sedudo

Satu minggu sebelum liburan tahun baru kemarin, ada salah seorang teman yang mengajak saya untuk menikmati keindahan Telaga Sarangan di daerah Plaosan, Magetan. Sebagai seorang insan yang kurang piknik, saya jelas sangat tertarik dong dengan tawaran teman saya yang baik hati itu. Kapan lagi coba saya bisa menikmati keindahan telaga yang paling termasyur di Jawa Timur tersebut??

Nah, setelah melalui perundingan yang cukup alot dan bertele-tele, akhirnya kami pun sepakat untuk memulai debut piknik perdana ke Telaga Sarangan hari sabtu tanggal 2 Januari 2016. Oke, Deal!!

Tapi ndilalah kersane Allah, rencana tinggal lah rencana. H-1 atau sehari sebelum keberangkatan, teman saya dengan seenak dengkulnya membatalkan rencana ke Telaga Sarangan secara sepihak dan semena-mena.

BEDEBAH!!!

Saya hanya bisa pasrah mendengar alasan yang tak masuk akal dari teman saya yang ternyata bukan teman yang baik itu. Hahaha.. Kapok!!

Tapi its oke lah. Nggak masalah. Masih ada kesempatan dilain waktu.

Dan sebagai gantinya, hari minggu kemarin, saya dan salah seorang teman saya yang lain, berkesempatan untuk mengunjungi objek wisata yang tidak kalah kerennya dengan Telaga Sarangan. Dan saya juga tidak perlu jauh-jauh pergi keluar kota, karena tempatnya di kampung halaman saya sendiri, Nganjuk. Namanya objek wisata Air Terjun Sedudo. Objek wisata paling legend di jagad raya yang menjadi andalan warga Nganjuk tercintahh.

image

Walaupun lokasinya ada di kota sendiri, saya malah termasuk orang yang jarang mengunjungi objek wisata ini. Seingat saya, sejak saya lahir sampai sekarang, terhitung hanya tiga kali saya berkesempatan menikmati keindahan Air Terjun Sedudo.

“WAH, BERARTI DIRIMU BUKAN WARGA NGANJUK SEJATI, TUT!! PINDAH SANA?!!”

KEMANA??

“KE AKHERAT!!”

NDASMUU!!

Padahal lokasinya nggak jauh-jauh amat. Ya kira-kira jaraknya kurang lebih 25 km lah dari pusat kota. Akses jalannya juga nggak terlalu ribet. Ada banyak plang-plang penunjuk arah yang siap memandu sepanjang perjalanan. Hanya saja, butuh skill berkendara yang mumpuni untuk bisa sampai di lokasi. Karena letaknya di lereng Gunung Wilis. Lebih tepatnya berada di Desa Ngliman. Jalannya naik turun dan banyak tikungan tajam. Jadi, bagi yang baru bisa naik motor atau mobil, saya sarankan lebih baik urungkan saja niat anda. Belajar dulu yang rajin, nanti kalau sudah jago naik motor atau mobilnya, baru ajak saya. #Eh

Lalu rute-nya gimana??

Gampang. Kalau dari arah Alun-alun Nganjuk, lurus saja ke selatan notok sampai ada bundaran Adipura. Belok lah ke arah kanan, jangan ke kiri. Itu jalur ke Kota Kediri. INGAT YA, KE KANAN (Ke arah Barat)!! Lurus saja ngikutin jalan itu, nanti banyak plang-plang penunjuk arahnya. Gampang pokoknya!! Dijamin sampai ke tujuan. Tidak perlu kawatir bakalan kesasar. Soalnya lokasi wisata air terjun Sedudo itu letaknya sudah notok. Tidak ada jalan tembusannya. Dan hanya ada satu jalur.

Walaupun medannya naik turun dan banyak tikungan horror, tapi dijamin sampeyan bakalan sumringah kalau melihat pemandangan alam yang tersaji disepanjang perjalanan. Sangat eksotis dan selfie-able.

Kok ya ndilalah kemarin saya lupa foto-foto pemandangannya buat diposting diblog ini. Duh!! Mungkin karena saya kurang fokus kali ya. Soalnya semalaman saya nggak tidur sama sekali, terus jam 7 pagi langsung on the way jemput teman saya dengan mata yang masih merah membara.

Sengaja saya berangkat agak pagi, supaya punya waktu lebih banyak untuk menikmati keindahan alam berpadu dengan kesejukan udara khas wisata air terjun Sedudo. Soalnya memang lokasinya kan di puncak gunung gitu ya, jadi udaranya sejuk banget. Sekalian pengen balas dendam karena sudah berbulan-bulan lamanya disiksa udara panas gara-gara musim kemarau panjang.

Berangkat jam 8 pagi, sampai di Sedudo jam setengah 10-an. Seharusnya nggak ada sejam aja nyampek. Tapi memang sengaja kami jalannya pelan-pelan. Disamping karena medannya yang lumayan horror dan harus ekstra hati-hati, pemandangan alam disepanjang perjalanan juga sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Terus masuknya bayar nggak???

Ya mbayar dong, bos!! Namanya juga objek wisata. Kalau kebetulan pas hari libur gitu, seperti saya kemarin, kena 11 ribu satu orang. Terus nanti parkirnya bayar lagi 5 ribu. Ahh.. murah kok. Nggak sampai jual sawah!!

Begitu kami sampai parkiran, saya lihat masih lumayan sepi. Belum banyak pengunjung yang datang. Mungkin masih pagi. Soalnya biasanya orang-orang datangnya siang hari, jam 12-an gitu. Ahh.. peduli setan!!! Saya kesini kan mau refreshing, mau sepi kek mau rame kek, masa bodo lah.. Hahaha

Yang penting saya bisa berfoto-foto dengan beringas

image

Air Terjun Sedudo, bersama seorang Pengangguran Profesional

Eh, itu tinggi banget lho air terjunnya. Itu baru kelihatan separonya doang. Tingginya kurang lebih 105 meter. Kebetulan posisi saya itu masih di atas, nggak jauh dari tempat parkir. Harus menuruni tangga lagi ke bawah untuk bisa sampai ke lokasinya dan melihat air terjunnya secara full.

image

image

Bayangin aja anda terjun dari atas sana!!

Ketika sampai dibawah, ternyata beneran masih lumayan sepi. Hanya ada beberapa orang-orang narsis yang lagi jeprat-jepret nggak jelas. Saya jadi yakin nih, kebanyakan orang-orang yang datang kesini tuh sebenernya cuma pengen berburu foto-foto doang. Asli!! Termasuk saya. Hahaha.. tapi emang tempatnya keren sih buat foto-foto.

image

Saya perhatikan suasana di Sedudo itu kayak mendung ya, nggak ada panas. Bahkan di siang bolong pun suasananya kayak masih jam 6 pagi. Agak-agak gelap gimana gitu. Seringkali malah berembun. Pantesan sejuk banget.

Dulu sih orang-orang yang datang kesini memang nggak cuma sekedar berburu foto doang. Tapi beneran mandi dibawah air terjunnya situ. Dulu saya tiap kali ke Sedudo juga pasti mandi dibawah air terjunnya. Dinginnnn banget airnya!! Berasa kayak mandi pakek air kulkas. Sumpah!! Dan konon katanya, banyak orang yang percaya kalau air terjun sedudo itu mengandung khasiat tertentu. Bisa bikin awet muda. Entah lah..

Tapi yang jelas, sekarang memang sudah gak boleh lagi mandi di bawah air terjun. Soalnya beberapa waktu yang lalu pernah terjadi longsor dan memakan korban. Akhirnya pihak Kepolisian menetapkan larangan untuk mandi di bawah air terjun Sedudo.

image

image

Dikasih pagar, gak boleh mandi dibawah air terjun

Tapi tenang, wisata air terjun Sedudo ini masih tetap aman kok selama kita tidak melanggar peraturan. Pokoknya jangan bandel lah. Patuhi peraturan yang ada.

Sekedar informasi ya. Wisata air terjun Sedudo ini kalau pas musim hujan biasanya jarang dibuka alias di tutup, karena rawan longsor. Nanti dibeberapa ratus meter dari lokasi wisata, ada semacam palang pintu. Kalau palang pintu itu ditutup, berarti memang wisata air terjun Sedudo sedang tidak boleh dikunjungi. Jadi jangan nekat menerobos ya?!! bahaya!! Atau biasanya ada petugas tiket yang memberitahu kepada pengunjung yang datang untuk tidak meneruskan perjalanan. Atau lebih gampangnya, sebelum sampeyan jauh-jauh naik keatas, silahkan tanya-tanya dulu sama penduduk disekitar yang bisa sampeyan temui di pinggir-pinggir jalan. Lumayan tho ngirit bensin?!

Kalau saya sih kebetulan pas ke sana kemarin aman-aman saja. Alhamdullilah!!

Dilokasi wisata juga banyak ditemui warung-warung makanan dan juga stan-stan yang menjual souvenir khas Sedudo. Pokoknya lengkap lah fasilitasnya. Nggak usah takut kelaparan. Memang bawaannya kalau disana perut lapar melulu. Mungkin karena udara dingin kali ya. Dan biasanya kuliner andalan khas Sedudo yang bisa sampeyan nikmati adalah nasi jagung. Tapi kemarin saya nggak beli sih, lagi males makan. Mending ngopi-ngopi ganteng aja deh.

Kalau pengen istirahat untuk sekedar mengencangkan pinggang karena mungkin sampeyan kebetulan pengunjung dari luar kota, ada gazebo-nya tuh, buat leyeh-leyeh cantik. Sampeyan bisa bersantai sambil menikmati pemandangan alam sekitar. Tidur juga nggak apa-apa. Bebas!!

image

Ini namanya Gazebo bukan sih??

*****

Berhubung kami berdua “mati gaya”, dan tak tau harus ngapain lagi, karena sesi foto-foto dan ngopi-ngopi ganteng sudah selesai, akhirnya jam 1 siang kami  memutuskan untuk pulang. Lagipula, mata saya sudah tidak kuat lagi menahan ngantuk, karena semalaman saya tidak bisa tidur sama sekali. Sebenernya sih masih pengen ngadem lebih lama lagi di Sedudo. Udaranya sejukk banget soalnya. Bikin betah. Tapi takut keburu hujan.

Oiya lupa. Teman saya belum nongol dipostingan ini ya. Padahal yang mbayari tiket masuk sama parkirnya dia lho.. Hahaha.. saya sih cuma modal motor doang.

image

Tampak Samping

image

Tampak Depan

#Eaaaaaa 😀

Iklan

2 comments

Jangan Lupa Meninggalkan Jejak ya, Bro??

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s