Apa Kabar Generasi 90-an?

Beberapa hari yang lalu, sewaktu saya iseng-iseng nge-check timeline di LINE, saya mendapati sebuah postingan yang di share oleh salah satu akun quote, yang isinya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan generasi 70-90’an. Yaitu generasi yang lahir, tumbuh, dan berkembang dikisaran antara tahun 1970 sampai dengan tahun 1995. Generasi yang sering dianggap sebagai generasi bahagia oleh akun-akun humor di Instagram. Generasi yang tumbuh di jaman dimana segala sesuatunya masih terlihat sangat sederhana, namun memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan. Jaman dimana segala sesuatunya masih serba tradisional dan belum banyak tersentuh oleh teknologi serba digital.

Saya hanya bisa cengar-cengir sendiri membacanya, mengingat bahwa hampir semua hal yang disebutkan di dalam postingan itu, saya sangat mengenalnya, dan bahkan pernah mengalaminya sendiri. Iya, saya termasuk salah satu generasi yang lahir dan besar di jaman itu. Saya melewati masa anak-anak di awal tahun 90-an. Dan tentu saja, saya tumbuh bersama tradisi dan berbagai macam bentuk permainan tradisional yang sangat nge-hits di jaman itu.

Jadi bisa dibilang, generasi 90-an itu adalah generasi terakhir yang mewarisi tradisi dan kreatifitas anak-anak generasi 70-80-an. Generasi yang masih belum mengenal apa itu Smartphone. Generasi yang masih belum mengenal apa itu Internet. Dan generasi yang belum disibukkan oleh aktifitas di Social Media.

Tapi kalau soal kreatifitas, jangan ditanya!! Generasi 90-an adalah generasi yang sangat kreatif. Anak-anak generasi 90-an bisa memanfaatkan apa saja yang ada disekitar untuk dijadikan sebagai mainan. Murah dan bahkan gratis!! Nggak perlu beli. Sandal, bungkus rokok, kulit jeruk, dan batok kelapa aja bisa disulap jadi mobil-mobilan. Busi mobil, bambu, dan kaleng susu bisa disulap jadi petasan yang bisa bikin kuping budek. Itu hanya sebagian kecil saja. Masih banyak lagi kreatifitas lainnya yang dihasilkan oleh anak-anak generasi 90-an.

Nah, untuk lebih jelasnya lagi, disini saya akan share sebuah tulisan tentang generasi 90-an yang saya dapat di LINE seperti yang saya sebutkan di awal postingan ini. Sekedar untuk memberikan gambaran saja tentang bagaimana sih anak-anak generasi 90-an dulu menjalani hari-harinya, apa saja permainannya, bagaimana bentuk pergaulannya, acara apa saja yang menjadi tontonan favorit di telivisi, dan masih banyak lagi.

Oiya sekedar informasi saja, tulisan yang akan saya share disini bukan tulisan saya lho ya. Saya nggak tau siapa yang menulis. Tapi siapapun anda yang menulis, saya sangat berterima kasih. Karena anda sudah mengingatkan saya akan indahnya masa-masa kecil dan masa remaja yang sudah saya lewati bersama teman-teman saya dulu. Masa-masa yang teramat sangat saya rindukan saat ini. Dan saya yakin, anda yang menulis ini pun juga pasti merindukan hal yang sama. Sekali lagi terima kasih!!

GENERASI BAHAGIA

Generasi bahagia Itu, generasi kelahiran 1970-1995, Dan itu adalah kami.

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yang luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Betengan, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong, jamuran, ngejar layangan putus sambil lari” , maen putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik menjadi permainan yg mengasyikkan. Kami yang tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang.

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dengan penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. Kamilah generasi yg SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game wot yang blm berwarna, generasi kami jugalah yang tahu dan paham benar apa itu “TAMAGOCHI” , permainan super canggih di masanya yang lebih keren dari COC dan COV karena tanpa kuota Internetpun game ini bisa dimainkan dengan greget dan asyiiiik.

Generasi kami lah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, kirim kirim salam sama temen2 lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.

Di Generasi kami pulalah hari minggu adalah waktunya bioskop “Home Theater” di rumah, karena acara televisi full dengan film” kartun tidak seperti sekarang yang kebanyakan FTV remaja yg pacar”an , dan program” lain yang tak mendidik yg juga ntah kenapa di luluskan sensor oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)

Kami tumbuh diantara para legenda cinta seperti kla Project, dewa 19, padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata.

Kami generasi bersepatu Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.

Generasi Kami juga yg Ngumpulin bungkus permen dengan sayembara harus lengkap bertuliskan “YOSAN” yang entah kemana huruf “N” nya.. 😡 Banyak”an Kumpulin TAZOS menjadi hal keren dan sangar di era itu..

Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, yang punya sepeda, sepedanya disewain 200 rupiah/jam,bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi dikali disungai dll, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.

Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, maju tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan Nama nama seluruh provinsi di Indonesia.

Kini disaat kalian sedang sibuk2nya belajar dengan kurikulum yang njelimet, kami asik2an mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dengan generasi kami.

Betapa bahagianya generasi kami

maaf adik2… kalian belajar yg keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri…

Salam sayang dari kami.. πŸ™‚

******************

Teruntuk teman-teman masa kecil dan masa remaja saya dulu, dimana pun kalian berada sekarang, semoga kalian baik-baik saja. Saya berharap, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi dan bercerita panjang lebar tentang apa saja yang sudah kita lewati dulu. Senang rasanya, bisa menghabiskan masa-masa kecil bersama kalian semua. Terima kasih kawan!!

Ilustrasi:Β citizen6.liputan6.com

Iklan

4 comments

Jangan Lupa Meninggalkan Jejak ya, Bro??

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s