Nasib Hidup di Kota yang Minim Fasilitas Hiburan

Menghasilkan sebuah karya seni, apapun itu, apalagi yang bernilai artistik tinggi, entah itu film, musik, dan produk-produk seni lainnya, memang bukan lah hal yang mudah. Jadi wajar jika para seniman selalu ingin karyanya di hargai. Termasuk mengharapkan adanya kompensasi atas hasil karyanya (royalti), karena itu memang sudah menjadi hak para pegiat seni.

Itu lah sebabnya kenapa ada Undang-Undang yang mengatur tentang Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).

Nah, baru-baru ini, saya membaca sebuah berita di salah satu portal berita on-line, yang mengabarkan jika Pemerintah, melalui Kemkominfo (berdasarkan rekomendasi Kemenkumham dan Asosiasi Produser Film Indonesia), telah resmi menutup sekitar 22 situs atau website yang menyediakan akses untuk mengunduh film secara gratis. Termasuk salah satunya adalah situs penyedia film gratis paling populer di jagad internet, yaitu ganool.com.

Dan itu artinya, nasib insan-insan pemburu film gratisan seperti saya ini jelas akan ter-dzolimi dan termarginalkan.

Duh, sungguh tega sekali dirimu, Pak Menteri!! 😛

Iya, saya tau, kalau download film di situs-situs gratisan itu adalah tindakan yang ilegal dan merugikan si empunya karya. Saya juga tau, jika para sineas-sineas film dimanapun berada, pasti akan merasa sangat di rugikan jika karya-karya mereka di berikan secara gratis begitu saja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dalam hal ini adalah pengelola situs, yang justru malah mendapat keuntungan dari jumlah pengunjung situs atau website yang dikelolanya.

Tapi mau gimana lagi, sebagai orang yang tinggal di kota kecil yang minim fasilitas hiburan seperti saya ini jelas sak repotan. Di kota tempat saya tinggal, kota kecil bernama Nganjuk yang terletak di Jawa Timur yang hampir jarang dikenal oleh orang-orang di penjuru Tanah Air kalau nggak lihat peta di Atlas dulu, jelas bakalan mati gaya. Jangankan kok tempat dugem, mall dan fasilitas-fasilitas modern lainnya, lhawong gedung bioskop saja nggak ada kok.

Di Nganjuk, kampung halaman saya, saking haus-nya akan hiburan, maling yang ketahuan membobol toko handphone dan di gebukin massa saja bisa jadi tontonan heboh lho. Ini pernah terjadi di lingkungan tempat tinggal saya dulu. Apalagi kalau sampai kedatangan artis-artis ibu kota yang sering muncul di tivi-tivi itu, entah yang mau konser atau nggak sengaja mampir, sudah bisa dipastikan orang Nganjuk bakalan sumringah dan kelihatan noraknya.

Jadi, dengan tidak adanya gedung bioskop di Nganjuk, alhasil saya jadi nggak bisa mengikuti perkembangan terbaru di dunia perfilman. Padahal saya termasuk salah seorang penggila film. Kalau pun niat beneran mau nonton film di bioskop, mau nggak mau ya harus pergi ke kota tetangga dulu, Kota Kediri atau bisa juga ke Kota Madiun, yang fasilitas hiburannya lumayan lengkap. Dari Nganjuk ke Kediri, jarak tempuhnya sekitar satu jam-an kalau naik motor. Kalau dari Nganjuk ke Madiun, jarak tempuhnya malah lebih lama lagi, satu setengah jam. Tapi kan ya masa’ nonton film aja harus jauh-jauh ngungsi ke kota tetangga. Malu-maluin orang Nganjuk saja. HAHAHA!!

Sebenarnya, dulu di Nganjuk pernah ada 3 gedung bioskop, namanya Perdana, Mustika, dan satu lagi saya lupa namanya. Tapi sekitar awal tahun 2000-an, satu persatu gedung bioskop yang ada itu semuanya bangkrut dan akhirnya di tutup. Waktu itu lagi rame-ramenya orang-orang jualan kaset VCD bajakan dan hampir setiap orang punya fasilitas VCD di rumahnya. Akhirnya orang-orang pun jadi pada males nonton film ke bioskop. Apalagi dulu banyak rental-rental penyewaan kaset VCD. Sekarang, untuk bisa menonton film-film ter-update semacam fast and furious, Ant-man, dan film-film nge-hits lainnya pun harus menunggu di putar dulu di stasiun-stasiun TV Swasta Nasional.

Yah, mungkin memang sudah menjadi nasib saya hidup di kota kecil seperti Nganjuk, yang minim fasilitas hiburan karena memang nggak ada investor yang mau bangun gedung bioskop disini. Alhasil, situs yang menyediakan film-film gratisan pun akhirnya menjadi alternatif yang paling tepat untuk tetap bisa mengikuti perkembangan terbaru dunia perfilman Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

Seandainya pembangunan sarana dan prasarana (infrastruktur) di Indonesia cukup merata, mungkin kota-kota kecil seperti Nganjuk ini juga nggak akan ketinggalan-ketinggalan amat. Pendistribusian produk-produk hiburan pastinya juga nggak akan terkendala, jika saja didukung oleh sarana dan prasana yang memadai. Kalau sarana dan prasarana di suatu tempat atau kota itu memadai, maka pengusaha atau investor juga nggak akan sungkan-sungkan untuk membangun fasilitas-fasilitas hiburan. Ya nggak harus seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, atau kota-kota besar lainnya juga sih. Tapi setidaknya mendekati kota tetangga (Kediri atau Madiun) saja sudah cukup. Semoga!! 🙂

 

 

Ilustrasi: photo.liputan6.com

Iklan

4 comments

  1. Halo. Wah, pemikiran kamu sama kayak saya. Saya orang Magelang juga dulu sempat kesulitan mengakses bioskop saat bioskop lawas tutup. Sekitar 3/4 tahun akhirnya bioskop baru masuk lagi. Sebelumnya saya harus motoran 1 jam ke Jogja atau 2 jam ke Semarang untuk nonton bioskop.

    btw, kebetulan saya penghobbi bioskop (termasuk Kediri dan Madiun sudah saya kunjungi) silakan kunjungi blog saya di tab atas ‘cinemas’ untuk info2 bioskop jika senggang 😀

    Suka

    1. Oh..ada yang senasib ternyata.. hehehe..
      lagian sampeyan kok niat banget nonton bioskop aja sampe ke Kediri sama Madiun, dari magelang kan jauh itu.. 😀

      Oke.. kapan2 kalo sempet tak mampir ke blognya..

      thanks..

      Suka

  2. Online Arl#tce&i8230;It is very intriguing subject you’ve written here . The truth I’m not related to this, but I feel is really a great opportunity to learn much more about, And as nicely speak about a different subject to which I used to talk with other people…

    Suka

  3. It's funny: I'm having chanterelle tart for dinner tonight! I have never tried chllaerentes with potatoes, but they seem to go well will everything. Your salad looks fantastic!

    Suka

Jangan Lupa Meninggalkan Jejak ya, Bro??

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s